Demam Berdarah Dengue (DBD)
Demam Berdarah Dengue (DBD)
Nopember 5, 2006 at 3:25 am | In ProTap |
Definisi:
DBD adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan virus Dengue tipe
I-IV, disertai demam 5-7 hari gejala-gejala perdarahan, dan bila timbul
syok: angka kematian cukup tinggi.
Gejala dan tanda :
- Derajat 1: panas 5-7 hari, gejala umum tidak khas, RL (+)
- Derajat 2: seperti derajat I + perdarahan spontan (petekie,
ekimosa, epistaksis, hematemesis, melena, perdarahan gusi, uterus,
telinga, dll) - Derajat 3: ada gejala kegagalan peredaran darah seperti nadi lemah
dan cepat (> 120 / menit), tekanan nadi sempit (< 120 mmHg),
tekanan darah menurun dapat mencapai 0 - Derajat4: nadi tidak teraba, tekanan darah tidak terukur, denyut jantung > 140 / menit, acral dingin, berkeringat, kulit biru
Gejala Lain :
- Hati membesar, nyeri spontan dan pada perabaan
- Asites
- Cairan dalam roga pleura (kanan)
- Ensepalopati: kejang, gelisah, sopor, koma
Prinsip penatalaksanaan :
- Memperbaiki keadaan umum
- Mencegah keadaan yang lebih parah
- Memperbaiki syok dan perdarahan (pen: rehidrasi sampai hari ke 7,
namun hati-hati pada hari ke 6 dapat terjadi arus balik cairan
intersitiel ke pembuluh darah)
Penatalaksanaan :
Penderita Rawat Jalan:
- Minum susu / Oralit / LGG sampai air kencing cukup banyak
- Pesankan pada penderita : bila lemah, gelisah, kaki tangan dingin -> segera ke puskesmas
- Kontrol tiap hari terutama hari ke 4 atau 5 -> anamnesis, pemeriksaan fisik, Hematokrit
Penderita Rawat Inap:
Tanpa syok:
- Minum susu/oralit/LGG sebanyak-banyaknya
- Bila mutah / sakit perut ( infus RL dengan tetesan pemeliharaan
- Antipiretik bila perlu (jangan beri aspirin/salisilat)
- Antibiotika hanya diberikan jika ada infeksi sekunder
Dengan syok:
- Infus RL 20 ml kg BB, evaluasi tiap 15 menit pada jam pertama
- Oksigenasi bila perlu
- Dexametason 2-5 mg/kg BB tiap 4-6 jam sampai keadaan stabil
- Bila dalam 30 menit pertama nadi dantensi belum ada perbaikan -> rujuk keRSUD disertai oksigenasi
- Antipiretik dan antibiotik sama dengan yang tanpa syok
no comments yet.
