Demam Tifoid (Typhus Abdominalis)

Posted on June 26, 2008 by diyoyen.
Categories: Public Health.

Demam Tifoid (Typhus Abdominalis)

Nopember 5, 2006 at 5:29 am | In ProTap

TyphusDefinisi :
Demam tifoid adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh kuman Salmonella Typhi dengan masa tunas 6-14 hari.

Gejala  dan  Tanda:

  • Demam > 7 hari, terutama pada malam hari, dan tidak spesifik
  • Gangguan saluran pencernaan: nyeri perut, sembelit/diare, muntah
  • Dapat ditemukan: lidah kotor, splenomegali, hepatomegali
  • Gangguan kesadaran : iritabel-delirium, apati sampai semi-koma
  • Bradikardi relatif, Rose-spots, epistaksis (jarang ditemukan)
  • Laboratorium : titer Widal 1/200 atau lebih atau 1/320 pada pemeriksaan ulangan dan klinis.  Diagnosa pasti dengan kultur.
    Titer aglutinin bisa tetap positip setelah beberapa minggu, bulan
    bahkan tahun, walau penderita sudah sehat. Kadang leukositosis, kadang
    leukopeni

Penatalaksanaan :

  • Bet rest total (tirah baring absolut) sampai minimal 7 hari bebas
    panas atau selama 14 hari, lalu mobilisasi secara bertahap -> duduk
    -> berdiri -> jalan pada 7 hari bebas panas
  • Diet tetap makan nasi, tinggi kalori dan protein (rendah serat) -> lihat Buku Ajar Penyakit Dalam jilid 1, edisi 3 cetakan ke 7, halaman 439, PAPDI, tahun 2004
  • Medikamentosa:
    1. Antipiretik (Parasetamol setiap 4-6 jam)
    2. Roborantia (Becom-C, dll)
    3. Antibiotika:
    • Kloramfenikol, Thiamfenikol : 4×500 mg, jika sampai 7 hari panas tidak turun (obat diganti)
    • Amoksilin/ampisilin : 1 gr/6 jam selama fase demam. Bila demam turun -> 750 mg/6 jam sampai 7 hari bebas panas
    • Kotrimoksasol : 2 X 960 mg Selama 14 hari atau sampai 7 hari bebas panas. Jika terjadi leukopeni (obat diganti)
    • Golongan sefalospurin generasi III (mahal)
    • Golongan quinolon (bila ada MDR)

Catatan:

Kortikosterroid: khusus untuk penderita yang sangat toksik (panas
tinggi tidak turun-turun, kesadaran menurun dan gelisah/sepsis):

  • Hari ke 1: Kortison 3 X 100 mg im atau Prednison 3 X 10 mg oral
  • Hari ke 2: Kortison 2 X 100 mg im atau Prednison 2 X 10 mg oral
  • Hari ke 3: Kortison 3 X 50 mg im atau Prednison 3 X 5 mg oral
  • Hari ke 4: Kortison 2 X 50 mg im atau Prednison 2 X 5 mg oral
  • Hari ke 5: Kortison 1 X 50 mg im atau Prednison 1 X 5 mg oral

Pada  Anak :

  • Klorampenikol : 50-100 mg/kg BB/dibagi dalam 4 dosis sampai 3 hari
    bebas panas / minimal 14 hari. Pada bayi < 2 minggu : 25 mg/kg
    BB/hari dalam 4 dosis. Bila dalam 4 hari panas tidak turun obat dapat
    diganti dengan antibiotika lain (lihat di bawah)
  • Kotrimoksasol : 8-20 mg/kg BB/hari dalam 2 dosis sampai 5 hari bebas panas / minimal 10 hari
  • Bila terjadi ikterus dan hepatomegali : selain Kloramfenikol
    diterapi dengan Ampisilin 100 mg/ kg BB/hari selama 14 hari dibagi
    dalam 4 dosis
  • Bila dengan upaya-upaya tersebut panas tidak turun juga, rujuk ke RSUD

Perhatian :

  • Jangan mudah memberi golongan quinolon, bila dengan obat lain masih
    bisa diatasi (baca ulasan penulis dalam: Booming Cyprofloxacin)
  • Jangan mudah memberi Kloramfenikol bagi kasus demam yang belum pasti Demam Tifoid, mengingat komplikasi Agranulositotis
  • Tidak semua demam dengan leukopeni adalah Demam Tifoid
  • Demam < 7 hari tanpa leukositosis pada umumnya adalah infeksi virus, jangan beri kloramfenikol

no comments yet.



Leave a comment

Names and email addresses are required (email addresses aren't displayed), url's are optional.

Comments may contain the following xhtml tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>