Syok Anafilaksis

Posted on June 26, 2008 by diyoyen.
Categories: Public Health.

Syok Anafilaksis

syok
Reaksi syok anafilaksis adalah terjadinya reaksi renjatan (syok) yang
memerlukan tindakan emergency karena bisa terjadi keadaan yang gawat
bahkan bisa menimbulkan kematian. Kalangan awam menerjemahkan
keracunan, padahal sesungguhnya adalah resiko dari tindakan medis atau
penyebab lain yang disebabkan faktor imunologi. Perlu diingat bahwa
reaksi alergi tidak semata ditentukan oleh jumlah alergen, namun pada
kenyataannya setiap pemberian obat tertentu (umumnya antibiotika secara
parenteral) dilakukan test kulit untuk melihat ada tidaknya reaksi
alergi. Apakah tindakan ini hanya bersifat psikologis? Perlu kajian
mendalam dari kalangan medis dan publikasi kepada publik tentang reaksi
alergi agar tidak diterjemahkan sebagai “mal praktek“.

Dikatakan “medical error” apabila nyata-nyata
seseorang yang mempunyai riwayat alergi obat tertentu tetapi masih
diberikan obat sejenis. Karena itu penting untuk memberikan penjelasan
dan cacatan kepada penderita yang mempunyai riwayat alergi, agar tidak
terjadi reaksi syok anafilaksis.
Berikut ini adalah penyebab, reaksi tubuh, derajat dan penatalaksanaan reaksi syok anafilaksis.

Penyebab:

  • Obat-obatan:

    1. Protein: Serum heterolog, vaksin,ektrak alergen
    2. Non Protein: Antibiotika,sulfonamid, anestesi lokal, salisilat.
  • Makanan: Kacang-kacangan, mangga, jeruk, tomat, wijen, ikan laut, putih telor, susu, coklat, zat pengawet.
  • Lain-lain: Olah raga, berlari, sengatan (tawon, semut)

Reaksi Tubuh:

  • Lokal: Urtikaria, angio-edema
  • Sistemik:
    1. Kulit/mukosa: konjungtivitis,rash,urtikaria
    2. Saluran napas: edema laring, spasme bronkus
    3. Kardiovaskuler: aritmia
    4. Saluran cerna: mual, muntah, nyeri perut, diare

Derajat Alergi:

Ringan:
Rasa tidak enak, rasa penuh di mulut, hidung tersumbat, edema pre-orbita, kulit gatal, mata berair.

Sedang:
Seperti di atas, ditambah bronkospasme

Berat (syok):

  • Gelisah, kesadaran menurun
  • Pucat, keringat banyak, acral dingin
  • Jantung berdebar, nyeri dada, takikardi, takipneu
  • Tekanan darah menurun, oliguri

Penatalaksanaan Reaksi Alergi:

Ringan:
Stop alergen, beri Antihistamin

Sedang:

  • Seperti di atas di tambah: aminofilin atau inj. Adrenalin 1/1000
    0,3 ml sc/im, dapat diulang tiap 10-15 menit sampai sembuh, maksimal 3
    kali.
  • Amankan jalan nafas, Oksigenasi.

Berat:

  • Seperti sedang ditambah: posisi terlentang, kaki di atas
  • Infus NaCl 0,9% / D5%
  • Hidrokortison 100 mg atau deksametason iv tiap 8 jam
  • Bila gagal: beri difenhidramin HCl 60-80 mg iv secara pelan > 3 menit
  • Jika alergen adalah suntikan, pasang manset di atas bekas suntikan
    (dilepas tiap 10-15 menit) dan beri adrenalin 0,1-0,5 ml im pada bekas
    suntikan
  • Awasi tensi, nadi, suhu tiap 30 menit
  • Setelah semua upaya dilakukan, jika dalam 1 jam tidak ada perbaikan rujuk ke RSUD.

no comments yet.



Leave a comment

Names and email addresses are required (email addresses aren't displayed), url's are optional.

Comments may contain the following xhtml tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>