IMPETIGO KONTANGIOSA

Posted on April 13, 2009 by diyoyen.
Categories: Kulit Kelamin.

IMPETIGO KONTAGIOSA

dr. Dian Ibnu Wahid Sp.PD (title in progres) =)

I. Definisi

Bentuk pioderma paling sederhana. Menyerang epidermis, dimana gambaran yang paling dominan ialah krusta yang khas, berwarna kuning kecoklatan sepeti madu yang berlapis-lapis.

II. Etiologi

Staphylococcus aureus dan atau Streptococcus beta hemolyticus grup A.

III. Epidemiologi

Lebih sering menyerang anak-anak. Apabila menyerang dewasa kemungkinan pada mereka yang tinggal berkelompok, seperti pada asrama dan penjara. Antara pria dan wanita sama banyaknya.

IV. Faktor yang Mempengaruhi Timbulnya Penyakit

  • Musim panas atau cuaca panas dan lembab.
  • Kebersihan/ higene yang kurang.
  • Keadaan umum yang buruk seperti anemia dan malnutrisi.

V. Gejala Penyakit

Keluhan utamanya adalah gatal. Tidak diikuti dengan gejala konstitusi seperti demam, malaise dan mual kecuali bila kelainan kulitnya berat. Lesi awal berupa macula eritematus berukuran 1-2 mm, segera berubah menjadi vesikel atau bula. Karena dinding vesikel tipis, mudah pecah dan mengeluarkan sekret seropurulen kuning kecoklatan. Selanjutnya mengering membentuk krusta yang berlapis-lapis. Krusta mudah dilepaskan, dibawah krusta terdapat daerah erosif yang mengeluarkan sekret, sehingga krusta kembali menebal. Dapat terjadi autoinokulasi yaitu terbentuknya lesi satelit. Lesi dapat sembuh tanpa menimbulkan sikatrik atau atrofi.

VI. Pemeriksaan Kulit

  • Lokalisasi: Daerah yang terpapar terutama wajah (sekitar hidung dan mulut) oleh karena dianggap sumber infeksi didaerah tersebut, tangan, leher dan ekstremitas. Apabila bayi lesinya dapat dimana saja.
  • Efloresensi: Makula eritematus miliar sampai lentikuler, difus, anular, sirsinar. Vesikel dan bula lentikuler difus. Pustula miliar sampai lentikuler. Krusta kuning kecoklatan, berlapis-lapis dan mudah diangkat.

Gambar 1. Impetigo kontagiosa

VII. Pemeriksaan Penunjang

Pada darah tepi didapatkan lekositosis terutama infeksi yang disebabkan oleh Streptokok. Dari pewarnaan Gram dari usapan cairan vesikula yang baru, didapatkan kokus-kokus Gram positif. Biakan dari daerah yang mengeluarkan sekret atau dari daerah dibawah krusta menghasilkan streptokok-stafilokok

VIII. Diagnosis Banding

  • Ektima
  • Varisela

IX. Perjalanan Penyakit

Jika tidak diobati, impetigo akan berlangsung terus dengan lesi-lesi akan muncul selama beberapa minggu. Sesudah itu, impetigo cenderung sembuh sendiri, kecuali bila terdapat kelainan kulit yang mendasarinya seperti eksema. Jarang sekali timbul komplikasi selulitis atau bakterimia. Gejala sisa yang berat adalah nefritis.

X. Penatalaksanaan

  • Umum

-Memperbaiki keadaan higene penderita dan lingkungan.

-Menjauhkan anak-anak yang sehat dari anak-anak yang menderita impetigo kontagiosa.

  • Khusus

-Pengobatan topikal

1.Kompres terbuka (akut, madidans dan krusta tebal-lengket)

Menggunakan Permanganas kalikus 1/5000, Rivanol 10/00, Yodium povidon 7,5% dilarutkan 10x.

2.Membersihkan lesi dengan menggunakan antiseptik dan kemudian krusta dilepaskan perlahan. Krusta perlu dilepas agar obat topikalnya dapat efektif bekerjannya.

3.Antibiotik (bila lesi sedikit)

Salep/krem asam fusidat 2% 2-3x/hari sampai 7 hari, Mopirosin 2%, Basitrasin dan Neomisin

4.Drainase

Pada bula dan pustula dilakukan drainase dengan ditusuk jarum steril untuk mencegah penyebaran lokal.

-Pengobatan sistemik (7-10 hari)

1.Penisilin G Procain injeksi

Dosis: 0,6-1,2 juta I.U. im, 1-2x/hari

Anak-anak: 25000-50000 I.U./kg/dosis, 1-2x/hari

2.Ampisilin

Dosis: 250-500 mg/dosis, 4 x/hari a.c

Anak-anak: 7,5-25 mg/kg/dosis, 4 x/hari a.c

3.Amoksisilin

Dosis: 250-500 mg/dosis, 3 x/hari a.c

Anak-anak: 7,5-25 mg/kg/dosis, 3 x/hari a.c

4.Kloksasilin (untuk stafilokok yang kebal penisilin)

Dosis: 250-500 mg/dosis, 4 x/hari a.c

Anak-anak: 10-25 mg/kg/dosis, 4 x/hari a.c

5.Diklosasilin (untuk stafilokok yang kebal penisilin)

Dosis: 125-250 mg/dosis, 3-4 x/hari a.c

Anak-anak: 5-15 mg/kg/dosis, 3-4 x/hari a.c

6.Fenosimetil Penisilin (Penisilin V)

Dosis: 250-500mg/dosis, 4 x/hari a.c

Anak-anak: 7,5-12,5 mg/kg/dosis, 4 x/hari a.c

7.Eritromisin (untuk alergi penisilin)

Dosis: 250-500mg/dosis, 4 x/hari p.c

Anak-anak: 12,5-25 mg/kg/dosis, 4 x/hari p.c

XI. Prognosis

  • Ad vitam: Baik.
  • Ad fungsionam: Baik.

no comments yet.



Leave a comment

Names and email addresses are required (email addresses aren't displayed), url's are optional.

Comments may contain the following xhtml tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>