CREEPING ERUPTION
Telur parasit dalam kotoran binatang yang terinfeksi cacing tambang ( anjing dan kucing) dilepaskan ke tanah, lumpur dan pasir hingga menjadi larva. Manusia mendapatkan infeksi apabila larva infektif dari tanah menembus kulit.5 Biasanya larva ini merupakan stadium tiga siklus hidupnya.
Pada Manusia, bila tanah, lumpur dan pasir yang terkontaminasi kotoran tadi kontak dengan kulit , larva akan berpenetrasi kekulit manusia dan memulai migrasinya pada epidermis bagian bawah melalui folikel rambut atau kulit yang terluka. Larva ini tidak dapat mengadakan penetrasi ke dermis manusia, maka tidak dapat terjadi siklus hidup yang normal. Manusia merupakan hospes yang tidak tepat bagi larva tersebut, sehingga larva akhirnya akan mati. Masa inkubasi dapat terjadi beberapa hari dan penyakit ini dapat berlangsung beberapa minggu sampai beberapa bulan bila tidak diobati.6
Pada binatang, Larva dapat berpenetrasi lebih dalam sampai lapisan dermis serta menginfeksi darah dan jaringan limpha. Cacing tambang yang sampai lumen usus akan bereproduksi menghasilkan lebih banyak telur lalu dieksresikan melalui feces dan mulailah siklus baru.7
2.5 Aspek Klinis
Larva filariform pada manusia tidak berkembang menjadi dewasa, infeksi larva hanya terbatas didaerah epidermis, yang menyebabkan kelainan berupa garis merah berbentukserpingiosa yang disebut Creeping eruption.1,2
Masuknya larva kekulit dapat menimbulkan erupsi yang tidak spesifik, dapat berupa sensasi tingling atau prickling selama 30 menit sejak larva masuk kulit. Kemudian jaringan kulit yang ditembus larva filariform berubah menjadi papul keras, merah dan gatal. Larva dapar tidur selama beberapa minggu atatu bulan atau segera memulai aktifitasnya. Dalam beberapa hari berikutnya, akan tebentuk terowongan sempit di intrakutan yang menimbul dengan diameter 2-3 mm dengan panjang 3-4 cm dan berwarna kemerahan. Terowongan ini membentuk garis yang semakin panjang sesuai dengan gerakan larva yang ada didalamnya. Sepanjang garis yang berkelok-kelok terdapat vesikel kecil yang sewaktuwaktu memungkinkan terjadinya infeksi sekunder jika kulit digaruk. Adanya lesi papul yang erimatosa menunjukkan bahwa larva tersebut telah berada dikulit selama beberapa jam atau hari.1,2,3,4,5,6
Tempat predileksi adalah tungkai palntar, tangan, anus, bokong, dan paha juga dibagian tubuh di mana saja yang sering berkontak dengan tempat larva berada.
2.6 Diagnosis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan atas gambaran klinis dengan ditemukannya lesi yang khas, yakni terdapatnya kelainan seperti benang yang lurus atau berkelok-kelok, menimbul dan terdapat papul atau vesikel diatasnya. Biopsi kurang mempunyai arti karena larva sulit ditemukan. Penyakit ini akan sembuh sendiri (self limited), sekitar 50% larva mati dalam 12 minggu walaupun tanpa terapi.3,6
2.7 Diagnosis Banding
Dengan melihat adanya terowongan harus dibedakan dengan skabies, pada skabie terowongan yang terbentuk tidak akan sepanjang seperti pada penyakit ini. Bila melihatbentuk yang polisiklik sering dikacaukan dengan dermatofitosis. Pada permulaan lesi berupa papul, serig diduga insect bite.
2.8 Penatalaksanaan
Cutaneous larva migrans ini adalah penyakit yang dapat sembuh sendiri. Berapa lama penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya tergantung spesies larva yang menginfeksi. Pada beberapa kasus, lesi akan sembuh tanpa terapi dalam 4 sampai 8 minggu. Tetapi, terapi yang efektif dapat mepercepat penyembuhan penyakit ini .Adapaun terapi yang dapat digunakan adalah sbb :
- Medikamentosa
1)Pengobatan sistemik ( oral )
Obat oral tiabendazol digunakan dengan dosis 25-50 mg/kgBB dua kali sehari selama 2-4 hari dengan dosis maksimal 2-4 gram sehari. Terapi ini diberikan jira lesi uas dan terapi topikal tidak berhasil Efek samping berupa pusing, kram, mual dan muntah. Juga dapat digunakan albendazol 400 mg per oral, dosis tunggal selama 2 hari berturut-turut Gatal dapat hilang dalam 24-48 jam estela terapi dimulai dan dalam seminggu sebagian lesi atau terowongan dapat diresolusi.
2)Pengobatan topikal
Obat pilihan berupa tiobendazol topikal 10%, diaplikasi 4 kali sehari selama satu minggu.Topikal thiabendazole adalah pilihan terapi pada lesi yang awal, untuk melokalisir lesi., menurangi lesi multiple dan infeksi folikel oleh cacing tambang. Obat ini perlu diaplikasikan di sepanjang lesi dan pada kulit normal di sekitar lesi. Dapat juga digunakan solutio tiobendazol 2% dalam DMSO (dimetil sulfoksida) atau tiobendazol topikal ditambah kortikosteroid topikal yang digunakan secara oklusi dalam 24-48 jam.
3)Cryotheraphy
Terapi lama, yaitu pembekuan lesi, menggunkan etil klorida atau dry ice. Terapi ini efektif bila epidermis terkelupas bersama parasit. Seluruh terowongan harus dibekukan karena parasit diperkirakan berada dalam teroongan. Cara ini bersifat traumatik dan hasilnya kurang dapat dipercaya
Berikut tabel beberapa obat antihelmintes yang bisa digunakan.
- Non Medikamentosa
Dapat dicegah dengan meningkatkan sistem sanitasi yang baik terutama yang terkait dengan feses . Pemakaian sepatu pada area dimana banyak terdapat penyakit cacing tambang. Memperhatikan kebersihan dan menghindari kontak yang terlalu banyak dengan hewan-hewan yang merupakan karier cacing tambang.
2.9 Prognosis
Creeping eruption dapat hilang atau sembuh sendiri dalam beberapa minggu atau bulan, Dengan terapi dapat membantu mempercepat penyembuhan dan efektivitasnya sangat tinggi.
no comments yet.
