SKABIES
Refleksi Kasus Skabies
Skabies merupakan penyakit kulit menular yang ditandai dengan keluhan utama gatal terutama dimalam hari yang disebabkan oleh infestasi dan sensitisasi terhadap Sarcoptes scabiei var hominis dan produknya. Scabies disebut juga the itch, pamaan itch, seven year itch. Di indonesia, penyakit ini dikenal dengan nama gudik, kudis, buduk, kerak, penyakit ampera dan gatal agogo. Penyebab penyakit ini adalah Sarcoptes scabei var.hominis, termasuk filum arthropoda, kelas arachnida, ordo ascarima, super famili Sarcoptes. Sarcoptes scabei var hominis berkembang biak hanya pada kulit manusia. Sarcoptes scabei merupakan tungau putih, transparan, berbentuk bulat agak lonjong, setelah kontak dengan kulit akan membuat terowongan dengan panjang 2-3 mm perhari. Tungau betina besarnya dua kali dari pada yang jantan dan yang jantan mati setelah membuahi yang betina. Tungau betina setelah dibuahi membuat terowongan pada kulit sampai perbatasan stratum corneum dan stratum granulosum serta bertelur sepanjang terowongan sampai sebanyak 40-50 butir yang akan menetas dalam waktu 3-5 hari. Larva keluar ke permukaan kulit, kemudian melalui stadium nimfa menjadi dewasa. Waktu yang diperlukan mulai dari telur menetas sampai menjadi dewasa sekitar 16-17 hari.
Sarcoptes scabiei
Banyak faktor yang menunjang perkembangan penyakit ini antara lain sosial ekonomi yang rendah, hygiene yang buruk, hubungan seksual, kesalahan diagnosis dan perkembangan dermografik serta ekologik. Penularanpenyakit ini ada dua cara yaitu melalui kontak langsungmisalnya berjabat tangan, tidur bersama, dan hubungan seksual. Dan kontak tak langsung misalnya pakaian, handuk, sprei, dan bantal. Transmisi antara keluarga atau kelompok sering terjadi. Skabies terdapat di seluruh dunia dengan insiden yang berfluktuasi akibat pengarur faktor yang belum diketahui sepenuhnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberadaan penyakit ini antara lain keadaan sosial ekonomi yang rendah, higiene yang buruk, promiskuitas seksual, kepadatan penduduk dan kesalahan diagnosis dari dokter yang memeriksa. Gatal yang timbul adalah akibat dari sensitisasi terhadap tungau Sarcoptes scabei. Sensitisasi terjadi pada penderita yang terkena infeksi scabies pertama kali. Sensitisasai terjadi dalam beberapa minggu akan timbul gatal dalam 24 jam.
Kelainan kulit dapat disebabkan tidak hanya oleh tungau scabies tetapi juga oleh penderita sendiri akibat garukan. Gatal yang terjadi disebabkan oleh sensitisasi terhadap sekreta dan ekskreta tungau. Gejala timbul satu bulan setelah investasi.Pada saat itu kelainan kulit menyerupai dermatitis dengan ditemukannya papul, vesikel, urtika. Dengan garukan dapat timbul erosi, ekskoriasi, krusta dan infeksi sekunder. Tempat predileksi dari scabies adalah: sela jari tangan & kaki, ekstensor ekstremitas, lipat ketiak, sekitar pusar dan ikat pinggang, daerah genital dan bokong, pada bayi di seluruh tubuh.
Gejala yang sangat menonjol adalah rasa sangat gatal terutama pada malam hari (pruritus nokturna) sehingga dapat menggaggu penderita atau bila udara terasa hangat dan penderita berkeringat. Lesi yang khas dan patognomonik berupa terowongan kecil, sedikit meninggi, berkelok-kelok berwarna putih keabu-abuan (bila belum ada infeksi sekunder), panjangnya kurang lebih 10mm. Gatal biasanya hanya pada lesi tetapi pada scabies kronis gatal dapat terasa pada seluruh tubuh. Rasa gatal ini terjadi akibat sensitisasi kulit terhadap ekskret dan sekret tungau yang dikeluarkan pada waktu pembuatan terowongan. Dalam membuat terowongan tungau Sarcoptes scabei cenderung memilih daerah-daerah tertentu, biasanya yang berkulit tipis seperti sela jari, pergelangan tangan dan kaki, aksila, umbilikus, penis, areola mammae,dan dibawah payudara wanita. Pada orang dewasa punggung atas, leher, muka, kulit kepala yang berambut, telapak tangan dan kaki jarang terkena., tetapi pada bayi dan anak kecil daerah ini sering terinfestasi dan dapa mengenai seluruh badan.
Kelainan kulit dapat disebabkan tidak hanya oleh tungau scabies tetapi juga oleh penderita sendiri akibat garukan. Gatal yang terjadi disebabkan oleh sensitisasi terhadap sekreta dan ekskreta tungau. Gejala timbul satu bulan setelah investasi.Pada saat itu kelainan kulit menyerupai dermatitis dengan ditemukannya papul, vesikel, urtika. Dengan garukan dapat timbul erosi, ekskoriasi, krusta dan infeksi sekunder. Tempat predileksi dari scabies adalah: sela jari tangan & kaki, ekstensor ekstremitas, lipat ketiak, sekitar pusar dan ikat pinggang, daerah genital dan bokong, pada bayi di seluruh tubuh.
Terdapat empat tanda kardinal scabies, yaitu pruritus nokturnal artinya gatal pada malam hari yang disebabkan karena aktivitas tungau ini lebih tinggi pada suhu yang lebih lembab dan panas. Penyakit ini menyerang manusia secara kelompok, misalnya dalam sebuah keluarga biasanya seluruh anggota keluarga terkena infeksi. Adanya terowongan pada tempat-tempat predileksi yang berwarna putih atau keabu-abuan berbentuk garis lurus atau berkelok, rata-rata panjang 1 cm, pada ujung terowongan itu ditemukan papul atau vesikel. Menemukan tungau merupakan hal yang paling diagnostik. Cukup dengan dua gejala kardinal sudah dapat menegakkan diagnosis skabies.Ada lima bentuk-bentuk skabies yaitu: Skabies pada orang bersih, skabies in cognito, skabies nodular, skabies yang ditularkan melalui hewan, dan skabies norwegia.
Pada pemeriksaan laboratorium Sarcoptes scabei didapatkan dengan membuka terowongan atau vesikula atau pustula dengan pena vaksinasi sambil mengorek dasarnya. Hasil kerokan diletakan pada kaca sediaan, kemudian beri beberapa tetes gliserin / minyak emersion dan tutup dengan gelas penutup. Lihat dibawah mikroskop dengan lensa obyektif 10x, kemudian 40x. Hasil positifbila didapatkan Sarcoptes scabei atau telurnya. Diagnosis pasti dapat berdasar bila hanya didapatkan Sarcoptes scabei atau telurnya pada sediaan langsung dengan mengorek dasar vesikula atau pustula atau terowongan ditambah beberapa tetes gliserin atau minyak emerson atau dapat juga dengan ditemukanya Sarcoptes scabei pada pemeriksaan histopatologi.
Diagnosis banding scabies ada pendapat yang mengatakan bahwa penyakit ini merupakan the great immitator karena dapat menyerupai banyak penyakit kulit dengan keluhan gatal, antara lain :
·Prurigo : biasanya berupa papula-papula yang gatal, predileksi pada bagian ekstensor ekstremitas
·Gigitan serangga : biasanya jelas timbul sesudah ada gigitan, efloresensinya urtikaria papular.
·Folikulitis : rasa nyeri, efloresensinya pustula milier dikelilingi daerah yang eritem.
Manajemen terapi yang diberikan bertujuan untuk menghindari kesalahan cara pemakaian obat, menghindari pemakaian obat yang berlebihan karena gatalnya masih menetap meskipun parasitnya telah hilang, menghindari terjadinya reinfeksi sehingga orang yang kontak dengan penderita harus diobati, perlunya kombinasi dengan antibiotika pada skabies yang disertai infeksi sekunder, perlunya pakaian dan sprei/sarung bantal dicuci dengan air panas, diperbaikinya sirkulasi rumah sehingga sinar matahari dapat masuk kedalam ruangan.
Syarat obat yang ideal untuk skabies adalah:
1.Harus efektif terhadap semua stadium tungau
2.Harus tidak menimbulkan iritasi dan tidak toksik
3.Tidak berbau dan tidak kotor serta tidak merusak atau mewarnai makanan
4.Mudah diperoleh dan harganya murah.
Ada beberapa macam pilihan obat untuk skabies:
1.Belerang endap (Sulfur presipitatum) dengan kadar 4-20% dalam bentuk salep atau krim. Preparat ini tidak efektif untuk stadium telur maka penggunaannya tidak boleh kurang dari 3 hari. Dapat dipakai oleh bayi kurang dari 2 tahun.
2.Emulsi benzil benzoas 20-25% efektif terhadap semua stadium. Diberikan setiap malam selama 3 hari.
3.Gama Benzena Heksa Klorida 1% dalam krim atau lotio, obat pilihan karena efektif untuk semua stadium, mudah digunakan dan jarang memberi iritasi. Dilarang untuk anak dibawah 5 tahun dan wanita hamil karena toksis terhadap SSP. Diberikan sekali, jika masih ada gejala diulangi seminggu kemudian.
4.Krotamiton 10% dalam krim atau losio merupakan obat pilihan, ada 2 efek yaitu antiskabies dan antigatal.
5.Malathion 0,5% dalam basis air berfungsi sebagai skabisid dioleskan pada kulit dalam 24 jam.
6.Permetrin 5% (Terbaik, dapat untuk semua umur dan wanita hamil)
Permetrin berkadar 5 % dan bentuknya krim. Obat ini merupakan obat yang paling efektif karena sifat toksik yang rendah walaupun dapat menimbulkan sensasi panas. Penelitian permetrin telah dilakukan di Inggris, Amerika, dan Afrika.
Permetrin 5% digunakan setelah mandi, diaplikasikan satu kali dan dicuci setelah 8-14 jam. Dioleskan pada seluruh tubuh dari leher kebawah. Bila belum sembuh diulang setelah satu minggu. Karena dapat menimbulkan sensasi panas, penggunaan Permetrin 5% tidak dianjurkan pada bayi dibawah umur 2 bulan.
7.Ivermectin (Stromectol)
Obat yang dapat digunakan selain Permetrin 5% adalah Ivermectin. Obat ini merupakan obat yang dapat digunakan meskipun kurang efektif dibanding dengan Permetrin 5 % tetapi lebih efektif dibanding obat topikal lain. Harus diberikan 2 dosis, 2 minggu setelah dosis pertama agar potensinya menyamai permethrim. Hal ini disebabkan kurangnya efek ovisidal. Pengobatan menggunakan Ivermectin memungkinkan masa penularan yang lebih lama dibanding obat-obat topikal lainnya. Sampai setelah 4 minggu pasca pengobatan rasa gatal masih menetap. Bila gatal menetap setelah 4 minggu pasca pengobatan perlu dianalisa ulang.
8.Keluhan gatal dapat diberi antihistamin dengan setengah dosis biasanya. Infeksi sekunder dapat diberi antibiotik atau kemoterapetik.
Semua anggota keluarga atau orang seisi rumah yang berkontak dengan penderita harus diperiksa dan bila juga menderita scabies juga diobati bersamaan agar tidak terjadi penularan kembali. Pencegahan infeksi ulang dilakukan dengan berbagai cara antara lain membersihkan lantai, karpet dan tirai, mencuci pakaian, sprei dan handuk dengan air panas dan menjemur kasur dan bantal.
Dengan memperhatikan pemilihan dan cara pemakaian obat, serta syarat pengobatan dan menghilangkan factor predisposisi (antara lain higiene), maka penyakit ini dapat diberantas dan memberi prognosis baik.
Terowongan Sarcoptes scabiei
Skabies di sela jari tangan
Scabies pada telapak tangan
Skabies pada perut bagian bawah
Skabies dengan infeksi sekunder pada bokong
Skabies pada genital
Obat-obat Anti Scabies
A. PERMETHRIN 5%
Permethrin adalah insektisida (membunuh atau mengontrol serangga) yang pertamakali diedarkan pada tahun 1977. permethrin terdiri dari pyrethroid, merupakan sintetik kimiawi yang berasal dari tanaman chrysantenum yang mempunyai efektifitas untuk jangka lama.
Sediaan :
Pada terapi scabies, obat pilihan yang disarankan adalah scabimite cream dengan bahan aktifnya permethrin 5%. Nama dagang di indonesia Scabimite cream dari Galenium Pharmacia. Bentuk sediaan cream 5% x 10 g, 30 g. Disimpan dalam suhu 15-30 C.
Cara Kerja :
Permethrin bekerja dengan menganggu polarisasi dinding sel saraf parasit yaitu melalui ikatan dengan natrium. Hal ini memperlambat repolarisasi sel dan akhirnya terjadi paralise parasit. Permethrin dimetabolisme dengan cepat dikulit, hasil metabolisme yang bersifat tidak aktif akan segera diekskresi melalui urin. Permethrin juga diabsorbsi setelah pengaplikasian secara topical, tetapi kulit juga merupakan sebuah tempat metabolisme dan konjugasi metabolit.
Pengaplikasian 5% permethrin cream biasanya cukup untuk membuat hilang ektoparasit dan pengurangan dari symptom (biasanya pruritus). Pengaplikasian berulang dibutuhkan untuk mengobati penyakit scabies diantara komunitas orang.
Indikasi
Permethrin cream 5% digunakan untuk terapi investasi Sarcoptes Scabei.
Kontra Indikasi
Hipersensitif terhadap permethrin,Piretroid sintesis atau pirethrin.
Cara Pemakaian
Permethrin cream digunakan untuk sekali pemakaian. Oleskan permethrin cream merata pada seluruh bagian kulit mulai dari kepala sampai ke jari-jari kaki, terutama daerah belakang telinga, lipatan bokong dan sela-sela jari kaki. Lama pemakaian selama 8-14 jam. Dianjurkan pemakaian pada malam hari kemudian dicuci pada keesokan harinya.
Dosis dan Pemberian
Dewasa dan Anak: Oleskan ELIMITE secara merata pada kulit mulai dari kepala sampai telapak kaki. Pada orang dewasa scabies jarang dapat berinfestasi pada kulit kepala tetapi pada bayi dan orang tua dapat bermanifestasi pada garis batas rambut, leher, temporalis, dan dahi. Pada orang dewasa rata-rata membutuhkan 30 gram. Cream ini harus dibersihkan dengan cara mandi setelah 8 sampai 14 jam pengobatan. Aplikasi ini secara umum kuratif.
Pasien bisa merasa gatal setelah pengobatan. Tetapi tanda ini jarang sebagai tanda kegagalan pengobatan dan bukan indikasi dari retreatment. Penampakan kembali parasit setelah 14 hari setelah pengobatan mengindikasikan retreatment.
Hindarkan cream ini dari mata, hidung, mulut, atau vagina. Jika terkena maka segera siram dengan air. Jika iritasi menetap hubungi dokter.
Efek Samping
Padapercobaan, secera umum timbul rasa terbakar dan tersengat yg ringan dan sementara setelah aplikasi pada 10% pasien. Gatal dilaporkan pada 7% pasien post aplikasi. Erythema, kram, dan bintik merah, dilaporkan pada 1 sampai 2% pasien. Efek samping ini bersifat sementara dan akan menghilang sendiri
Interaksi Obat
Tidak ada informasi
Peringatan
ØScabies kadang diikuti dengan adanya pruritus, edema dan eritema. Pengobatan dengan scabimite bisa secara sementara memperburuk kondisi ini.
ØKeamanan dan keefektifan pada anak-anak berumur kurang dari 2 bulan belum diumumkan.
ØPenggunaan selama kehamilan dan menyusui harus berdasarkan rekomendasi dokter.
Informasi pada Pasien
Pasien sebaiknya diberitahu bahwa gatal, rasa terbakar bisamuncul setelah pemakaian ELLIMITE. Pada percobaan klinis kira-kira 75% pasien yang diobati oleh ELIMITE yang mengalami pruritus sampai 2 minggu akan mengalami perbaikan pada minggu ke 4. Jika iritasi tetap terjadi sebaiknya berkonsultasi ke dokter. ELIMITITE mungkin dapat mengiritasi mata secara ringan. Pasien dianjurkan untuk tidak kontak dengan mata saat pemakaian dan jika terkena maka secara cepat dibilas dengan air
Keuntungan
ØAman dan efektif untuk digunakan dalam beberapa tingkat scabies
ØDiaplikasikan secara tunggal (sekali pemakaian)
ØNon-neurotoxic scabicide.
Carcinogenesis, Mutagenesis, Gangguan terhadap fertilitas :
Enam bioassays carsinogen di evaluasi dengan permethrin, masing-masing tiga pada tikus sawah dan tikus rumah. Tidak ada kecenderungan tumor pada penilitian tikus besar. Tetap pada spesies yang spesifik menunjukkan peningkatan adenoma pulmoner, tumor jinak pada tikus rumah terkait dengan banyaknya insiden spontan, hal tersebut terlihat pada ketiga studi tikus. Pada salah satu study peningkatan insiden carsinoma sel alveolar pulmoner dan adenoma jinak liver hanya muncul pada tikus perempuan saat permethrin diberikan pada makanan mereka dengan konsentrasi 5000ppm. Assay mutagen yang memberikan korelasi dari hasil interpetasi data dari assay carsinogen menunjukkan hasil negatif. Permethrin tidak terbukti sebagai mutagen potensial dalam studi in vitro dan in vivo. Permethrin tidak mempunyai efek samping pada dosis 180mg/kg/hari pada tiga penilitian tikus.
Resiko khusus
ØTidak ada penelitian yang secara spesifik dilakukan untuk pengujian keamanan permethrin pada neonatus, tetapi Welcome mengadakan penelitian secara spesifik tentang penggunaan permethrin pada anak-anak berumur dibawah 12 tahun.
ØIbu menyusui
Perhatian ditujukan pada ibu yang sedang menyusui apabila menggunakan permethrin cream 5%, level dari permethrin dalam air susu setelah diaplikasikan secara topikal diketahui sangat rendah.
ØAnak-anak
Permethrin telah diketahui aman dan efektif bila digunakan pada anak-anak.
ØKehamilan : Efek Teratogenik
Kehamilan kategori B: Penelitian reproduksi telah dilakukan pada tikus
rumah, tikus sawah, dan kelinci (200 sampai 400 mg/kg/hari oral) dan tidak menunjukkan gangguan fertilitas pada fetus karena permethrin. Tetapi tidak studi kontrol yang adekuat pada wanita hamil. Karena reproduksi pada hewan tidak selalu sama dg prediksi pada respon manusia, obat ini sebaiknya hanya digunakan pada kehamilan atas alasan yg jelas.
Walaupun tidak menunjukan toksisitas reproduksi pada hewan, permethrin diketahui dapat mencapai janin pada tikus. Karena tidak adanya penelitian tentang penggunaan permethrin pada wanita hamil, maka penggunaanya pada saat kehamilan hanya diperbolehkan menurut saran dokter.akan tetapi efek teratogenik tidak akan diantisipasi.
ØOrang tua
Tidak ada perhatian khusus yang diindikasikan.
Efek toksisitas pada manusia :
Pengobatan pada tempat-tempat lesi scabies biasanya menimbulkan sensasi rasa terbakar / panas dan perih, namun itu hanya bersifat sementara dalam waktu 12 jam akan hilang dan rasa gatalpun hilang. Penggunaan permethrin pada manusia aman pada anak-anak (mulai usia 2 bulan sampai dewasa), aman bagi ibu hamil dan menyusui karena tidak terakumulasi dalam tubuh. Dalam beberapa penelitian dan kasus yang ada penggunaan permethrin aman, pencetus cancer dan kecacatan pada bayi tidak pernah dilaporkan.
B. CROTAMITON 10 %
Sediaan :
Nama generiknya adalah crotamiton 10 % sedangkan nama dagangnya adalahEurax. Cromation tersedia dalam bentuk cream atau lotion. Obat ini hanya digunakan untuk pengobatan topikal. Disimpan dalam suhu 15-30 C, jauhkan dari panas dan sinar matahari secara langsung, hindarakan dari anak-anak.
Cara kerja :
Cromation dapat membunuh tungau scabies dan juga dapat mengurangi rasa gatal pada kulit. Cromation sering gagal bila digunakan dalam pengobatan scabies. Cromation lebih sering digunakan untuk mengobati rasa gatal dikulit. Beberapa minggu setelah penggunaan obat anti scabies lain, bila masih dirasakan gatal pada kulit tidak berarti kuman masih hidup, ini artinya tubuh masih bereaksi dengan tungau yang sudah mati dan fesesnya. Penggunaan cromation secara berlebihan dapat menyebabkan iritasi pada kulit.
Cara pemakaian :
Sebelum menggunakan cromation, pasien harus mandi terlebih dahulu dan mengeringkan badannya. oleskan cromation cream secara merata pada seluruh permukaan kulit mulai dari dagu sampai ke bawah, pada lipatan-lipatan jari-jari tangan, jari-jari kaki, lipatan bokong (hati-hati penggunaan pada daerah genital). Kemudian oleskan cromation cream untuk kedua kalinya setelah 24 jam (tanpa membersihkan olesan cromation cream yang pertama). Kemudian setelah 48 jam, bersihkan obat dari kulit (pasien mandi dengan sabun). Cuci dan rendam dalam air panas pakaian-pakaian yang dipakai selama pengobatan, untuk menghindari terjadinya reinfeksi. Penggunaan cromation cream,hati-hati pada daerah kulit yang terkelupas, iritasi dan inflamasi karena bersifat iritatif, hati-hati juga terhadap penggunaan didekat mata dan mulut.
Efek samping :
Dapat timbul rasa panas seperti terbakar pada kulit, kemerahan dan iritasi pada kulit. Reaksi alergi yang serius untuk obat ini jarang terjadi, akan tetapi bila terjadi, reaksi alergi yang serius dapat timbul : rash, gatal, bengkak, pusing dan ganguan pernafasan.
Kontra indikasi :
Hipersensitifterhadap cromation.
C. SULFUR OINTMENT (SULFUR PRECIPITATUM) 5% - 10%
Sulfur digunakan dalam beberapa kondisi dan tersedia dalam bentuk ointment, cream, lotion dan sabun. Sulfur dalam bentuk ointment adalah sediaan yang biasanya dipakai untuk pengobatan scabies dan dermatitis seboroik.
Cara kerja :
Sulfur dapat membunuh tungau scabies dewasa. Sebelum menggunakan obat ini, pasien dianjurkan untuk mandi dengan sabun, kemudian mengeringkan badannya. Gunakan sulfur pada seluruh permukaan kulit, dari leher sampai kaki. Biarkan dalam waktu 24 jam. Setelah 24 jam bersihkan badan kemudian gunakan obat ini lagi.
Penggunaan :
Sulfur adalah obat pilihan yang digunakan untuk membunuh kuman scabies pada bayi usia kurang dari 2 bulan, wanita hamil dan menyusui, karena obat inirelatif lebih aman digunakan daripada jenis obat anti scabies yang lain. Obat ini biasanya digunakan bila permethrin atau obat-obat yang lain tidak digunakan.
Efek samping :
Penggunaan sulfur relatif aman, efek samping yang kemungkinan dapat timbul adalah kulit menjadi kering.
Perhatian :
Sulfur bekerja cukup baik dalam terapi scabies dan harganya relatif tidak mahal, akan tetapi baunya tidak enak, lengket dan dapat mewarnai pakaian dan kadang-kadang menimbulkan iritasi.
D. LINDANE 1%
Isomer gamma dari hexachlorocyclohexena biasanya disebut gamma benzene hexachlorida, yang merupakan suatu misnomer, karena cincin benzene tidak ada dalam senyawa ini. Lindane merupakan suatu pediculosid dan scabisid yang efektif.
Sediaan :
Lindane tersedia dalam bentuk sampo, lotion atau cream.
Cara Kerja :
Penelitian absorbsi perkutan yang menggunakan lindane dalam acetone menunjukan bahwa hamper 10% dari dosis yang digunakan pada lengan bawah dapat diabsorbsi, dan kemudian diekskresi didalam urine dalam waktu lebih dari 5 hari. Kadar serum setelah penggunaan lotion lindane secara maksimum mencapai 6 jam dan kemudian menurun dalam waktu paruh 24 jam. Setelah diabsorsi, lindane dikonsentrasi dalam jaringan lemak, termasuk didalam otak.
Cara Pemakaian :
Kekhawatiran terjadinya toksisitas lindane, menyebabkan penyesuain cara pengobatan yang digunakan untuk scabies, anjuran yang terakhir adalah agar digunakan dalam satu kali pemakaian untuk seluruh tubuh mulai dari leher ke bawah, dibiarkan selama8 sampai12 jam, dan kemudian dibilas. Pasien sebaiknya diobati ulang hanya bila ada kutu-kutuyang hidupdan tidak dalam jangka waktu satu mingudari pengobatan awal.
Peringatan :
Banyak kontroversi yang muncul mengenai kemungkinan toksisitas sistemik pada lindane yang digunakan secara topical untuk tujuan medis. Kekhawatiran terhadap neurotoksisitas dan hematotoksisitas menyebabkan adanya peringatan-peringatan bahwa lindane sebaiknya digunakan secara hati-hati pada bayi, anak dan wanita hamil. Dewasa ini, lindane tidak boleh digunakan sebagai scabisid pada bayi-bayi premature dan pasien yang diketahui memiliki gangguan seizure. Resiko munculnya reaksi-reaksi sistemik yang tidak diinginkan pada lindane tampaknya hanya sedikit, asalkan digunakan dengan tepat dan sesuai dengan petunjuk yang dianjurkan pada orang dewasa. Namun mungkin terjadi iritasi lokal dan sebaiknya hindari kontak dengan mata dan mukosa membrane.
E. BENZYL BENZOATE
Benzyl benzoate efektif sebagai pediculosid dan scabisid. Umumnya agen ini telah digantikan oleh lindane. Mekanisme kerja benzyl benzoate masih belum diketahui. Walaupun secara relatif agen ini tampaknya non toxic setelah penggunaan secar topical, tidak ada penelitian tentang potensi toksisitas terhadap pengobatab scabies.
F. IVERMECTIN
Sediaan :
Nama generiknya adalah ivermectin, nama dagangnya adalah mectizan, stromectol. Bentuk sediaan ivermectin, dosis tunggal 200 mcg/kg atau solusio topical 0,8%.
Cara kerja :
Ivermectin digunakan untuk membunuh tungau scabies dan telurnya, akan tetapi efektifitasnya masih belum jelas. Data-data tentang penggunaan ivermectin untuk terapi scabies masih belum jelas. Pada kasus-kasus penderita scabies dengan gangguan imun/defisiensi imunologik (norwegian scabies), maka dapat digunakan ivermectin yang dikombinasikan dengan permetrin. Hal ini juga dapat digunakan pada pasien scabies dengan HIV. Bentuk sediaan ivermectin (pil) dapat digunakan pada orang-orang dengan scabies yang tidak menyukai terapi dengan topical cream atau lotion. Ivermectin juga menjadi obat pilihan utama pada orang-orang penderita scabies dengan keterbelakangan mental (down syndrom).
Efek samping :
Data-data yang tersedia belum lengkap tentang keamanan penggunaan ivermectin pada orang dewasa dan anak-anak. Efek samping yang dapat ditimbulkan pada penggunaan ivermectin, antara lain nyeri lambung, muntah dan peningkatan rash dan rasa gatal pada kulit, terutama pada 3 hari pertama penggunaan.
no comments yet.
